Bab 38: Kejadian Tak Terduga
Pertarungan massal itu berlangsung selama dua jam penuh.
Setelah duel selesai, Pak Ma tidak mengalami luka sedikit pun, sedangkan Huang Zhiming beberapa kali kena serangan diam-diam dari Pak Ma hingga kedua matanya lebam seperti panda. Namun yang paling parah adalah Li Wu—wajahnya bengkak, tubuhnya penuh dengan lebam, benar-benar menyedihkan.
Namun, justru Li Wu yang terlihat paling bersemangat.
Selama dua jam didorong hingga batas maksimal, ia memperoleh hasil yang luar biasa. Walaupun ia belum menemukan kombinasi jurus bela diri yang cocok untuk dirinya sendiri, penguasaannya atas kekuatan tubuhnya kini sudah tidak ada masalah lagi!
“Tidak buruk, Saudara. Bakat bertarungmu ternyata tidak kalah dengan potensi jiwamu. Daya pantulmu ketika tertekan, juga semangat membara dalam tubuhmu, malah lebih liar dari aku,” puji Huang Zhiming dengan penuh kekaguman. “Kalau terus seperti ini beberapa kali lagi, seharusnya kau bisa menciptakan teknik kombinasi sesuai gaya bertarungmu sendiri.”
Pak Ma hanya mengangkat tangan dengan santai, berkata, “Jangan terlalu didengar omongannya. Teknik kombinasi itu sebenarnya tak banyak gunanya. Memang, untuk level rendah, teknik itu bisa membantu, tapi kalau sudah level tinggi, sudah tak terpakai. Kau sebaiknya kembangkan naluri bertarungmu. Begitu kau lepas dari batasan gerakan jurus, semua seranganmu adalah teknik kombinasi, dan semuanya akan memaksimalkan kekuatan tubuhmu!”
Selesai berkata, tiba-tiba di tangannya muncul kantong besar makanan berenergi tinggi dalam kemasan vakum.
“Ini makanan energi super pekat racikanku sendiri. Sekarang, kau bisa naik level.”
“Sekarang juga naik level?” Li Wu melirik tubuhnya yang penuh luka, lalu memandang kesal ke arah Pak Ma dan Huang Zhiming. “Tunggu sembuh dulu baru naik juga tidak terlambat, kan?”
“Dasar pemula, tak perlu menunggu. Naik level bisa menyembuhkan semua kondisi negatif,” jawab Huang Zhiming sambil menggeleng dan tersenyum. Usai pertarungan tadi, hubungan mereka makin akrab.
“Benar, tak perlu tunggu sembuh, langsung saja naik level,” Pak Ma pun mengangguk, lalu menambahkan, “Oh iya, entah kau sadar atau tidak, asal kau tak takut sakit, saat benar-benar kelelahan atau luka parah, masuk saja ke arena latihan dan biarkan dirimu mati di sana, kau akan langsung pulih sepenuhnya. Bagaimanapun, kematian di arena latihan itu tanpa batas.”
“Sebelum bertemu kalian, aku sudah pernah mati sekali di arena latihan,” kata Li Wu sambil tersenyum. “Kalau tidak, setelah sehari semalam naik level gila-gilaan, mana mungkin aku masih sanggup bertarung dengan kalian?”
“Itu juga benar…”
Setelah itu, Pak Ma dan Huang Zhiming tak banyak bicara lagi, menunggu Li Wu naik level.
Li Wu pun tak sungkan. Di depan mereka, ia membuka menu naik level, lalu langsung memilih ‘Ya’.
Segera, di permukaan tubuhnya muncul belenggu yang sudah dikenalnya, bersamaan dengan kilatan cahaya merah khas permainan. Satu belenggu kembali terlepas tanpa suara.
Di saat yang sama, seluruh luka di tubuh Li Wu sembuh seketika. Ia kembali merasakan sensasi tubuh yang seolah sedang mengalami sublimasi, ringan dan melayang bagaikan dewa.
Tentu saja, setelahnya, rasa lapar luar biasa pun menyerang.
Pak Ma dan Huang Zhiming sudah bersiap. Saat belenggu di tubuh Li Wu terlepas, mereka mulai membukakan makanan. Waktunya sangat pas. Begitu Li Wu selesai naik level, ia pun langsung melahap makanan itu seperti orang kelaparan.
Tak lama kemudian, makanan itu habis, rasa lapar pun perlahan hilang. Dengan ekspresi heran, Li Wu berkata, “Eh, kok sudah kenyang?”
Kenapa cuma segini sudah kenyang?
Pengalaman sebelumnya, menelan seekor serigala hidup-hidup pun masih ia ingat dengan jelas!
“Haha,” Pak Ma mengangkat kantong kosong di tangannya, lalu tertawa, “Makanan energi super pekat ini resepku dari salah satu dunia tiruan. Energinya setara delapan ratus burger daging sapi berkalori tinggi, orang biasa makan seukuran kuku saja sudah cukup untuk tidak lapar setengah hari. Kalau kau masih belum kenyang, itu baru aneh.”
“Pantas saja…” Li Wu langsung paham, lalu berkata dengan penuh semangat, “Ada lagi tidak? Kasih aku lebih banyak! Hari ini sudah tanggal 27, habis masuk dunia tiruan pribadi tanggal satu nanti, mungkin beberapa hari ke depan aku sudah butuh lagi.”
Pak Ma dan Huang Zhiming langsung memandang dengan wajah masam.
Dasar bocah sialan!
Begitu Li Wu selesai naik level, Pak Ma dan Huang Zhiming pun segera pergi. Berada di dekat Li Wu membuat tangan mereka gatal ingin memukul.
Sesuai dugaan, meski mereka kagum dengan kecepatan naik level Li Wu, mereka sama sekali tidak meragukan potensi jiwanya yang berada di tingkat sepuluh. Paling-paling hanya berdecak kagum, betapa luar biasanya potensi jiwa tingkat sepuluh itu.
Li Wu pun tetap di tempat, menghabiskan setengah jam untuk berulang kali mempraktikkan rangkaian gerakan dari metode penguatan tubuh.
Kualitas tubuh Lv2 miliknya sudah melampaui puncak Lv1 dengan lompatan besar. Meski baru saja masuk Lv2, sudah tidak bisa dibandingkan dengan Lv1. Ia benar-benar harus segera menyesuaikan diri.
“Jadi, masih ada tiga hari sebelum tanggal satu bulan depan. Dalam tiga hari ini, aku tidak akan berburu monster secara membabi buta. Cara terbaik adalah melatih naluri bertarung lewat duel jarak dekat, biarkan saja bar pengalaman berkembang alami, asal naik sampai 20-30% sudah cukup,” demikian ia mengatur rencananya.
Tentu saja, sebelum itu, ia ingin menguji dulu seberapa besar daya rusak senjata api biasa terhadap monster Lv2. Itu kunci utama untuk naik level dengan cepat di dunia tiruan pribadi berikutnya!
Sekitar pukul sebelas malam, Li Wu pun keluar dari permainan dengan perasaan puas.
Senjata api ternyata masih cukup efektif. Meski tak lagi bisa membabat monster Lv2 semudah menghabisi monster Lv1, namun tetap mampu menimbulkan kerusakan besar.
Itu sudah cukup.
Masih ada sembilan puluh sembilan peluru penembus lapis baja sebagai senjata pamungkas!
“Hei, akhirnya pulang juga?” Begitu kembali ke dunia nyata, telinga Li Wu menangkap suara napas tambahan di kontrakannya. Ia tahu Li Dong’er sudah pulang. Ia pun memasang wajah serius, lalu berpura-pura galak membuka pintu kamar.
Saat tiba di ruang tamu, ekspresinya langsung berubah.
Ia melihat Li Dong’er tergeletak di lantai, seluruh tubuh berlumuran darah, sudah tak sadarkan diri!
Andai bukan karena masih terdengar napas halus, wajahnya yang pucat pasi pasti akan membuat siapa saja mengira ia telah mati!
Apa yang terjadi?!
Li Wu terkejut, namun di hadapan situasi darurat seperti ini, ia tak sempat berpikir. Dengan kecepatan kilat, ia segera melesat mendekat, tanpa ragu mengeluarkan pisau cakar dan melukai jarinya sendiri. Tetesan darah segar langsung menetes ke mulut Li Dong’er.
Setelah mencapai Lv2, kemampuan pemulihan tubuh Li Wu semakin kuat. Hanya dalam hitungan sepuluh detik, lukanya sudah menutup. Ia pun tanpa ragu kembali menggores jarinya, terus meneteskan darah ke mulut Li Dong’er.
“Uhuk, uhuk!” Bagi kaum darah, darah Li Wu sangatlah berharga. Tak lama kemudian, Li Dong’er pun sadar, meski masih lemah, ia terbatuk beberapa kali.
“Jangan bergerak, terus minum,” ujar Li Wu, menahan tubuh Li Dong’er agar tidak bergerak.
Li Dong’er jelas tak mampu menolak darahnya. Ia pun bersandar di pelukan Li Wu, menunggu tetesan darah yang terus menetes dari jarinya.
Bagi Li Dong’er, darah dari seorang yang telah melepaskan belenggu gen tingkat dua seperti Li Wu adalah sumber pemulihan terbaik. Tak lama kemudian, rona merah sehat mulai kembali ke wajahnya, dan detak jantungnya pun perlahan menguat.