Bab 116 Penyelesaian
Xiao He duduk di atas bangku seperti dewa pembawa malapetaka. Setiap kata yang diucapkannya terdengar tegas dan menggema.
Namun, berhadapan dengan wibawa Xiao He yang begitu mengintimidasi, kerumunan itu perlahan-lahan menjadi tenang.
“Kalau ada masalah dengan tubuh kalian, maju saja satu per satu. Jika memang masalahnya berasal dari Klinik Anping, kami pasti akan bertanggung jawab.” Tatapan tajam Xiao He menyapu sekelompok orang yang tadi berteriak-teriak.
“Tetapi jika ada yang sengaja membuat keributan dan mencari masalah, jangan salahkan aku kalau aku tidak bersikap lunak.”
Entah karena kata-kata Xiao He cukup menimbulkan efek gentar, orang-orang di bawah hanya bergumam dan berbisik, tetapi tak seorang pun berani maju.
“Aku!” Seorang pria dengan kasar menerobos kerumunan. “Aku menjadi seperti ini gara-gara meminum obat kalian. Aku bahkan sampai kehilangan pekerjaan. Kalian harus membayar ganti rugi!”
Xiao He mencibir. Sepasang mata cokelat kehitamannya menyapu pria itu, sementara hawa dingin melintas di dasar tatapannya.
Pria tersebut seketika terdiam. Kesombongan yang tadi ditunjukkannya lenyap tanpa bekas di bawah pandangan Xiao He yang dingin. Dengan terbata-bata, ia berkata, “Bagaimanapun juga, ini masalah Klinik Anping. Kalian harus membayar ganti rugi atas kerugian mentalku!”
“Ulurkan tanganmu.”
Pria itu menurut dan mengulurkan tangannya.
“Aku baru tahu alergi juga bisa ditimpakan kepada Klinik Anping.” Xiao He mencibir. “Tidak mematuhi petunjuk dokter, tetapi malah menyalahkan klinik dan meminta ganti rugi. Kau benar-benar sudah terlalu berani!”
Tatapan Xiao He berubah garang, wajahnya dipenuhi amarah.
Pria itu langsung tercengang. “Kau, kau mengarang! Aku jelas-jelas meminum obat sesuai petunjuk kalian!”
Xiao He mengambil kertas dan pena, lalu dengan cepat menuliskan sebuah resep.
“Bawa resep ini ke balai pengobatan lain dan tebus obatnya. Lihat sendiri apakah masalahnya benar-benar berasal dari Klinik Anping.”
Pria itu menatap kosong resep di tangannya. Bagaimana bisa semuanya berkembang menjadi seperti ini? Ia datang untuk menuntut ganti rugi!
“Kenapa? Jangan-jangan kau masih ingin memeras kami lagi dan menunggu sampai aku menelepon polisi?” Xiao He menatap pria di hadapannya.
Pria itu seketika merinding.
“Kuberitahu, jangan merasa terlalu bangga!” Pria tersebut mengambil resep itu dan berbalik dengan kesal. “Kalau setelah ini masih ada masalah, aku pasti tidak akan membiarkan kalian!”
Ia juga takut Xiao He benar-benar akan menelepon polisi. Lebih baik ia meminum obat itu terlebih dahulu. Kalau tidak sembuh, barulah ia punya alasan untuk terus menuntut.
“Berikutnya.” Xiao He bahkan tidak mengangkat kepala dan kembali berbicara.
“Aku juga meminum...” Seorang pria lain maju, tetapi sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, Xiao He langsung memotong.
“Julurkan lidahmu.”
Melihat sikap Xiao He, pria itu segera menjulurkan lidah agar selaput lidahnya dapat diperiksa.
“Limpa dan lambungmu lemah, sehingga menyebabkan diare. Kau juga menderita radang saluran pencernaan akut.” Xiao He menatap pria itu dengan geli. “Melihat keadaanmu, ini bukan pertama atau kedua kalinya kau mengalami masalah seperti ini. Bagaimana bisa kau tega mengatakan diaremu disebabkan oleh obat dari Klinik Anping?”
Wajah pria itu seketika memerah. Bagaimana mungkin Xiao He hanya dengan melihat lidahnya sudah tahu bahwa ia diare dan menderita radang saluran pencernaan akut?
“Aku, aku...” Ia tidak mampu mengucapkan satu kalimat pun. Kesombongan yang tadi memenuhi dirinya telah sepenuhnya padam.
“Atur kondisi tubuhmu dengan resep ini. Berikutnya.” Dengan tidak sabar, Xiao He melemparkan resep itu ke tubuhnya, menyuruh pria tersebut segera pergi.
Pria itu pun meninggalkan tempat itu dengan wajah tertunduk.
Namun, tak lama kemudian seorang pemuda maju dan langsung menjulurkan lidahnya.
Xiao He menatapnya. Pemuda itu tidak mengatakan sepatah kata pun. Setelah terdiam cukup lama, tatapan Xiao He membuatnya merasa gelisah dan merinding.
Kemudian Xiao He menendang bangku hingga terjungkal. Pemuda itu jatuh terbanting ke tanah dan selama beberapa saat tidak mampu bereaksi.
“Menurutku kau memang pantas dipukul. Kau bahkan tidak meminum obat tradisional kami, tetapi berani maju kemari.” Suara Xiao He terdengar dingin.
Kerumunan di bawah langsung meledak dalam tawa.
“Bukankah dia datang untuk menipu dan meminta uang? Hahaha, malah ketahuan!”
Wajah pemuda itu terasa panas. Ia segera bangkit dan menyusup kembali ke tengah kerumunan.
Ia bukan pasien, melainkan seorang wartawan. Karena melihat sikap Xiao He dan mencurigai bahwa semua ini hanyalah sandiwara yang sengaja mereka buat sendiri, rekan-rekannya menyuruhnya maju untuk menguji keadaan. Tak disangka, kebohongannya langsung terbongkar dalam sekejap.
“Siapa sebenarnya dia? Hebat sekali.”
“Bukankah dia menantu yang tinggal di rumah keluarga Shen? Dia juga orang yang menyembuhkan Shen Wenwan.”
“Benarkah dia? Hebat sekali ilmu pengobatannya!”
Kerumunan mulai gaduh. Orang-orang yang datang untuk menonton semakin banyak.
Namun Xiao He sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara di sekitarnya. Ia terus memeriksa orang-orang yang datang berobat.
Seorang perempuan paruh baya maju. Begitu membuka mulut, ia langsung melontarkan rentetan makian dengan sikap yang sangat kasar.
“Setelah meminum obat tradisional yang kalian berikan, rambutku rontok, aku sulit tidur, dan kondisi tubuhku semakin memburuk. Kau...”
“Kalau tidak ingin diperiksa, keluar dari sini.” Xiao He menatapnya tajam.
Bulu kuduk perempuan itu langsung berdiri. Ia seketika ketakutan dan tidak berani melanjutkan ucapannya.
Barulah Xiao He memeriksa denyut nadinya.
“Bertahun-tahun menderita migrain, tetapi kau ingin menyembuhkannya hanya dengan sekali minum obat? Bukankah itu terlalu serakah?” Xiao He mencibir. “Insomnia dan kerontokan rambutmu juga disebabkan oleh sakit kepala. Kau pasti sudah pergi ke rumah sakit besar, bukan?”
“Bawa resep ini pulang dan minum sesuai jangka waktu yang ditentukan. Kalau tidak ada hasilnya, datanglah mencariku lagi.”
Perempuan itu membuka mulut lebar-lebar dan menatap Xiao He dengan tak percaya.
“Bagaimana kau bisa tahu?” serunya tanpa sadar.
Seolah menyadari bahwa dirinya telah bersikap berlebihan, ia segera membungkuk penuh rasa terima kasih kepada Xiao He.
“Terima kasih, tabib ajaib. Aku akan segera menebus obatnya!”
Reaksi perempuan itu terlalu berlebihan, sehingga orang-orang di sekitarnya mulai merasa curiga.
Masalah sebesar ini ternyata dapat diselesaikan dengan begitu cepat. Jangan-jangan semua ini memang sengaja mereka atur?
Mengingat Grup Shen belakangan ini tampaknya sedang mengalami perubahan besar, lalu menghubungkannya dengan kejadian hari ini, orang-orang itu pun menyimpulkan satu hal: semua ini pasti sengaja dibuat oleh keluarga Shen untuk dipertontonkan kepada masyarakat, dengan tujuan mempromosikan klinik mereka!
Sementara itu, para anggota keluarga Shen yang berada di dalam klinik melihat keadaan di luar mulai terkendali. Mereka semua berkerumun di dekat pintu untuk mengintip.
“Bagaimana Xiao He bisa tahu begitu banyak?” Shen Guangtao bertanya dengan suara pelan, penuh keraguan.
“Bukankah karena menantuku memang hebat?” Song Lanzhi segera menyahut.
Shen Xiu juga mulai merasa bangga. “Kakak iparku bahkan berhasil menyembuhkan bekas luka di tubuh kakakku. Dia pasti tabib ajaib!”
Xiao He tampil begitu mengesankan, tentu saja hal itu membuat keluarga mereka ikut merasa bangga.
“Anak muda, masih begitu muda tetapi sudah mengalami kelemahan ginjal.” Xiao He menggelengkan kepala. “Kebiasaanmu berlebihan dalam urusan ranjang apa hubungannya dengan obatku? Tahan dirimu sedikit. Jangan sampai tubuhmu benar-benar terkuras.”
Tawa riuh segera terdengar dari segala penjuru. Beberapa gadis muda bahkan memalingkan wajah karena malu mendengar pembicaraan itu.
Wajah pemuda tersebut langsung memerah. Ia buru-buru turun dari panggung.
“Masih ada lagi?” Setelah menulis beberapa resep, Xiao He mengangkat kepala dan bertanya.
“Aku.” Seorang pria berpakaian rapi maju dan berkata dengan agak malu, “Tubuhku dipenuhi bintik-bintik merah.”
Xiao He memeriksa denyut nadinya, lalu menyuruh pria itu melepaskan pakaian bagian atas agar ia dapat melihat kondisi bintik-bintik tersebut. Bercak-bercak merah itu menyebar luas dan sangat rapat, tampak begitu mengerikan.
Banyak orang menarik napas tajam. Pemandangan itu benar-benar menjijikkan.
“Belakangan ini kau sering makan di luar, bukan?” tanya Xiao He. “Makanan di luar kurang bersih. Sebaiknya kurangi.”
Pria itu menatap Xiao He dengan heran. Akhir-akhir ini pekerjaannya memang sedang padat dan ia beberapa kali makan di luar. Ia tidak menyangka hal itu akan menyebabkan tubuhnya dipenuhi bintik-bintik merah.
Xiao He memeriksa banyak orang. Sebagian besar masalah mereka ternyata disebabkan oleh alergi.
Gejalanya pun hampir sama, hanya cara kemunculannya yang berbeda-beda.
Mereka semua pernah meminum obat yang diracik oleh Klinik Anping. Kini, sumber masalahnya pada dasarnya telah ditemukan: bahan obat murah yang digunakan dalam racikan tersebut.
Situs Web Tulis Tiongkok