Bab Dua: Terlahir Kembali dari Api!
Istana Qilin.
Shen Wenwan memandangi kediaman yang megah bak istana ini, merasa seolah sedang bermimpi.
Awalnya, ia menyangka Xiao He sama seperti pria lain, hanya mengincar harta keluarga Shen, seorang pemuda miskin yang ikut seleksi menantu demi uang.
Siapa sangka, Xiao He justru membawanya ke tempat yang begitu mewah.
Tempat yang ukurannya berkali-kali lipat lebih besar dan jauh lebih megah dari kediaman keluarga Shen.
Dan Xiao He, tampaknya adalah tuan rumah di sini!
Dirinya, sepertinya juga akan segera menjadi nyonya di sini!
Begitu masuk ke ruang tamu, Xiao He langsung mempersilakan Shen Wenwan duduk di sofa empuk.
Tanpa peringatan!
Tanpa menunggu persetujuan Shen Wenwan, Xiao He melepaskan topeng di wajahnya.
“Kau…”
Shen Wenwan panik dan tak tahu harus berbuat apa, air mata kepedihan kembali membanjiri matanya.
Sejak wajahnya hancur dalam kebakaran, ia berubah menjadi lumut yang hanya bisa hidup di sudut-sudut gelap, bahkan di hadapan orang tuanya sendiri pun ia tak pernah melepas topeng itu.
Kini Xiao He bertindak semaunya, mencopot topeng itu, sama saja seperti menyingkap luka terdalamnya.
Mengapa harus begitu kejam?
“Apakah kau memang suka mempermainkan orang lain seperti ini?” Shen Wenwan menggigit bibirnya hingga hampir berdarah.
Apa semua yang terjadi barusan hanyalah ilusi? Apakah lelaki ini benar-benar tak sedikit pun menaruh rasa cinta padanya, dan hanya menganggap dirinya sebagai mainan?
“Wenwan, jangan menangis. Aku tidak berniat mempermainkanmu. Aku hanya ingin melihat kondisimu, lalu…” Xiao He tercekat, seolah waktu berputar kembali ke delapan tahun silam, ke saat kebakaran hebat itu terjadi.
Ia seakan benar-benar merasakan keputusasaan Shen Wenwan yang terperangkap dalam kobaran api, juga rasa sakit yang mengoyak jiwa ketika tubuhnya dilalap api.
Semua terjadi karena dirinya, hingga Shen Wenwan harus mengalami penderitaan sebesar ini.
Hatinya pun kini seolah meneteskan darah.
Matanya juga telah dipenuhi air mata.
“Lalu kau mau apa? Mengambil fotoku, mengunggahnya ke internet, memberitahu seluruh dunia bahwa aku, Shen Wenwan, adalah seorang monster buruk rupa, begitu?” Penyesalan menyelimuti hati Shen Wenwan, menyesal mengapa ia tak mati saja dalam kebakaran itu.
Andai saja ia mati, semuanya sudah berakhir.
Ia tak akan membuat keluarganya malu, tak akan membuat orang tuanya menunduk, dan dirinya pun tak akan hidup setengah manusia setengah hantu.
“Tidak, Wenwan, kau salah paham. Aku bahkan belum cukup waktu untuk mencintaimu, bagaimana mungkin aku menyakitimu dengan cara sekejam itu? Aku hanya ingin mengobatimu. Percayalah, beri aku waktu setengah bulan, aku pasti bisa mengembalikan kecantikanmu!” Mata Xiao He penuh kasih sayang.
“Tapi…” Shen Wenwan menggeleng lemah, benarkah semua yang dikatakan lelaki ini dari lubuk hatinya?
Andai pun itu benar, apa gunanya?
Sudah delapan tahun keluarga Shen berupaya melakukan segalanya untuk mengobati luka bakarnya, namun hasilnya tetap nihil.
Seumur hidup ini ia tak mungkin bisa terlahir kembali dari api!
“Tunggulah, aku akan segera menyiapkan obatnya!” Setelah berkata demikian, Xiao He bergegas menuju kamar.
Tak sampai lima belas menit, Xiao He kembali ke ruang tamu.
“Wenwan, racikan obatnya sudah siap. Percayalah, setengah bulan dari sekarang, kau akan terlahir kembali!” Ucap Xiao He dengan keyakinan penuh.
Meski Shen Wenwan masih sulit percaya, namun ketulusan Xiao He membuatnya mau mencoba.
Mengikuti Xiao He menuju kamar, Shen Wenwan mendapati sebuah bak kayu besar berisi air, dicampur obat dan taburan kelopak bunga.
Tak tercium bau obat yang menyengat, justru harum bunga yang memikat dan menenangkan.
“Wenwan, ini ramuan yang kusiapkan untukmu. Mulai hari ini, selama setengah bulan ke depan, kau hanya perlu berendam satu jam setiap hari, seperti mandi biasa saja!” kata Xiao He.
“Benarkah… benar-benar bisa?” Shen Wenwan nyaris kehilangan harapan, namun tetap berterima kasih pada ketulusan Xiao He.
“Lepaskan pakaianmu, masuklah!” Xiao He berdiri di tempat, tanpa beranjak keluar.
Wajah Shen Wenwan langsung memerah, ia berkata pelan, “Itu… Xiao He, walaupun kita sudah menikah, tapi… aku belum siap. Lagi pula, tubuhku penuh luka, aku tidak ingin kau melihat betapa buruk rupanya diriku. Bisakah kau keluar dulu?”
Xiao He tak berkata apa-apa lagi, langsung berbalik dan keluar.
Shen Wenwan segera mengunci pintu, melepas pakaiannya, lalu berendam dalam bak kayu itu.
Apakah benar keajaiban akan terjadi?
Waktu berlalu begitu cepat, setengah bulan pun lewat.
Meski Shen Wenwan tak berani bercermin, ia masih bisa melihat tubuhnya yang penuh bekas luka—keajaiban tampaknya belum berpihak padanya.
Namun, ia tetap bersyukur, Xiao He tak pernah berubah sikap.
Setiap hari dengan sabar meracikkan obat, menghiburnya, bahkan menemaninya hingga tertidur.
“Inilah mungkin kali terakhir aku berendam obat. Jika masih tidak berhasil…” Shen Wenwan menenggelamkan diri dalam bak, dua garis air mata hangat mengalir di pipinya.
Ia telah jatuh cinta pada Xiao He.
Akankah Xiao He tetap bertahan di sisinya, meski ia buruk rupa?
Itu seperti teka-teki yang belum terjawab.
Tiba-tiba Shen Wenwan membuka mata, ia merasakan perubahan pada tubuhnya.
Ia menunduk.
Astaga!
Kulitnya mulai mengelupas, semua bekas luka menghilang, seluruh tubuhnya kini seputih dan selembut telur rebus yang baru dikupas.
Keajaiban itu ternyata benar-benar terjadi!
Shen Wenwan begitu bahagia, bahkan belum sempat mengenakan pakaian, ia langsung berlari turun, “Xiao He, lukaku sembuh! Lihatlah, aku tidak bermimpi kan? Benarkah aku telah sembuh?”
Xiao He berdiri, sama sekali tak tampak terkejut, bahkan telah menyiapkan cermin besar di ruang tamu.
Itu karena ia sangat yakin dengan keahliannya.
“Wenwan, lihatlah wanita dalam cermin itu. Bukankah dia sangat cantik?” tanya Xiao He dengan tulus.
Sudah delapan tahun!
Selama ini Shen Wenwan membenci penampilannya, tak pernah bercermin.
Kini, menatap wajah di cermin yang sempurna tanpa cela, ia nyaris tak percaya, delapan tahun kepedihan berubah menjadi air mata yang deras mengalir.
“Cantik. Wanita dalam cermin itu benar-benar sangat cantik. Xiao He, katakan sekali lagi, apakah itu benar-benar aku?”
Shen Wenwan takut semua ini hanya mimpi, dan saat bangun, ia kembali menjadi buruk rupa seperti dulu.
“Istriku yang bodoh, kalau bukan kau, siapa lagi? Di lantai dua ada satu kamar, di sana kusediakan ratusan gaun indah khusus untukmu, semuanya rancangan desainer terbaik dunia. Pilihlah satu, lalu ikutlah denganku, kita pergi mengurus buku nikah!” Xiao He mengecup keningnya lembut.
“Ah? Kita… kita akan mengurus buku nikah?” Wajah Shen Wenwan yang menawan memerah seperti tersengat listrik.
“Tak mau?” goda Xiao He.
“Mau, Xiao He, aku mau menikah denganmu, menjadi istrimu. Tunggu aku, setelah ganti baju aku segera turun!” Hati Shen Wenwan berdebar hebat, ia pun berlari naik ke lantai dua.
Baru saja Shen Wenwan naik ke atas, seorang pria masuk ke ruang tamu, memberi hormat militer pada Xiao He, lalu menyerahkan sebuah map, “Panglima, ini daftar seluruh anggota empat keluarga besar di Jianghai, serta semua bukti tentang konspirasi yang pernah menimpa keluarga Xiao, sudah kami selidiki tuntas, semuanya ada di dalam map ini!”