Di kehidupan ini, aku ingin menjadi dokter bagi rakyat! Catatan: Semua kasus medis dalam buku ini diambil dari kasus nyata.
“Gao Yuan.”
“Saya di sini.”
“Masuklah, bicaralah baik-baik dengan keluargamu, usahakan untuk berubah secara positif.”
Pintu terbuka.
Masuklah sosok kurus kering, telapak tangan dan pergelangan kakinya yang tampak hanya dibalut kulit tipis menutupi tulang, daging di wajahnya cekung dalam. Matanya sudah kehilangan cahaya, tak lagi bersemangat. Butuh waktu lama sebelum ia sedikit bergerak.
Gao Yuan perlahan berjalan ke meja, lalu duduk di kursi. Petugas mengunci borgol di tangannya pada kaitan di meja. Gao Yuan duduk kaku, matanya kosong menatap terali besi didepannya.
Tak lama kemudian.
Dari pintu masuk, seorang pria bertongkat, perutnya membuncit, wajahnya bengkak dan kemerahan di kedua pipi, setiap beberapa langkah ia harus terengah-engah. Jarak belasan meter itu saja terasa begitu sulit baginya.
Tatapan kosong Gao Yuan akhirnya bergerak, ia menatap dari atas ke bawah pria itu, wajahnya yang kering menegang.
Pria itu tetap menunduk, tak menatap Gao Yuan.
Gao Yuan mengerutkan kening dalam-dalam, ia memandang petugas dan bertanya, “Bolehkah aku memeriksa adikku?”
Petugas melihat kondisi pria yang sakit itu, lalu mengangguk, “Seperti sebelumnya, laporan diagnosis dan resepnya ditinggal satu salinan untuk arsip.”
Gao Yuan menatap adiknya.
Gao Jun akhirnya sampai di hadapannya, duduk di seberang terali, napasnya berat.
Gao Yuan bertanya, “Jun, kenapa penyakit jantungmu semakin parah?”
Tapi Gao Jun tidak menghiraukan ucapan kakaknya, ia menegakkan kepala tanpa ekspresi menatap Gao Yuan. S